Tampilkan postingan dengan label Minang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2016

Padang - Bukittinggi Via Malalak dan Minum Kopi

Padang dan Bukittinggi adalah dua kota utama di Propinsi Sumatera Barat. Padang merupakan ibukota propinsi dan dikenal sebagai pusat pemerintahan dan pendidikan sementara Bukittinggi dikenal sebagai pusat pariwisata dan pasar grosir. Secara umum terdapat dua jalan utama dari Padang ke Buktinggi, yaitu via Kota Padang Panjang dan via Malalak. Jalan via Malalak merupakan jalan alternatif karena jalan via Padang Panjang terkadang macet terutama disebabkan objek wisata dan pasar tumpah di sepanjang jalan. 

Kelebihan jalan via Malalak adalah kondisi jalan yang mulus dan lebar serta masih sunyi dan pemandangan yang alami. Jalur ini menyajikan pemandangan alam yang sangat bagus berupa perbukitan, gunung dan lembah. Pada tempat tertentu kita dapat menyaksikan panorama Samudra Indonesia dan kota sekitarnya di kejauhan. Jalan ini lebarnya sekitar 7 meter dan masih mulus. Hanya saja di beberapa tempat terdapat tanjakan yang cukup tajam dan panjang serta belokan yang cukup ekstrim. Jarak tempuh melalui jalan ini juga lebih panjang beberapa km dibandingkan jalan via Padang Panjang. Sebagai gambaran, panjang jalan Padang Bukittinggi via Padang Panjang adalah sekitar 87 km, sedangkan via Malalak (Simaka) sekitar 90 km dengan jarak tempuh normal sekitar 2 jam.

Kalau kita dari Kota Padang, untuk menempuh jalur ini kita belok kiri tidak jauh dari pasar Sicincin arah ke Pariaman. Sekitar 2 km kemudian tapatnya di daerah Koto Mambang, kita belok kanan dan sudah berada pada jalur Simaka (Sicincin-Malalak-Balingka) ini yang nantinya akan ketemu dengan jalan Bukittinggi-Maninjau di daerah Ampek Koto. Begitu sampai di Simpang tiga Ampek Koto, Agam, untuk ke Bukittinggi kita belok kanan (kalau belok kiri menuju Danau Maninjau).

Terkadang kalau ke Bukittinggi saya lewat jalan Malalak ini. Saat ini telah mulai bermunculan warung kuliner dan rest area di beberapa tempat. Fenomena orang selfie dan foto-foto juga terlihat dalam perjalanan saya menempuh jalur ini baru-baru ini.

Oya, kemarin saya dan kawan-kawan singgah di salah satu kedai kuliner yang berada di kawasan Malalak. Kedai ini menyediakan nasi dengan sambal-sambal kampung seperti jengkol, terung, kacang panjang dan lain-lain. untuk lauknya tersedia ayam, telur maupun ikan. Disini kami minum kopi yang nikmat di pondok sederhana yang berada di pinggir lembah. Kopi yang disajikan adalah kopi Aceh yang dibawa langsung dari Aceh. Kopi ini juga ditambah resep lainnya seperti beras merah yang disangrai (mungkin) dan dimasukan kedalam gelas bersama biji kopi yang ditumbuk kasar. Rasanya mak nyus dan satu gelas hanya Rp.5000 s/d Rp. 7.000 saja.

 

Kamis, 08 September 2016

Durian Padang


Kuliner durian di Sumatera identik dengan Kota Medan. Namun sebenarnya buah berduri banyak nan harum ini dapat dijumpai di pelosok2 Sumatera. Hanya saja terkadang produksinya begitu melimpah tetapi terkadang sulit ditemukan. 

Salah satu tempat yang menyediakan buah durian secara rutin di Kota Padang adalah kawasan Ganting, yang terletak tidak jauh dari pusat kota dan Rumah Sakit Tentara. Pada tempat ini berjejal lapak penjual durian. Durian yang dibeli boleh dibawa pulang dan boleh juga dimakan ditempat diatas tikar yang dibentangkan pada rumput taman pinggir jalan. Harga buah durian disini sekitar Rp.10.000 keatas, tergantung ukuran dan kondisinya. 

Kalau kita tidak tahu memilih durian yang sesuai selera, penjual durian biasanya akan bersedia memilihkan untuk kita buah durian dengan daging buah yang diinginkan. Misalnya kita ingin durianya kering dan tidak terlalu masak, maka penjual akan mencarikannya. Oya, disini juga tersedia ketan+kelapa parut untuk menemani makan durian dengan harga sekitar Rp. 5.000 per porsi.
Durian memang mendapat tempat tersendiri bagi penggemarnya.  

Jumat, 18 Desember 2015

Nasi Sala, Kuliner Sarapan Khas Pariaman


Pernahkah bangun pagi anda merasakan begitu lapar? Mungkin karena malam hari tidak makan nasi atau terlewat makan makanan yang pokok. Kalau begitu, sarapan nasi sala adalah pilihan yang tepat. Makanannya cukup berat di perut pagi (bagi yang tidak terbiasa sarapan  dengan nasi) akan tetapi rasanya indah dan mengenyangkan. :). 

Meskipun demikian, walau bagaimanapun sarapan nasi sala ini layak dicoba. Sama ada dalam keadaan lapar berat maupun tidak. Sarapan ini adalah ciri khas orang Pariaman bagian pantai (pasir). Orang pasir banyak yang berprofesi sebagai nelayan, dan mereka membutuhkan energi lebih. Oleh karena itu mereka sering membawa bekal (baka) melaut dan salah satunya adalah cikal bakal nasi sala ini.

Mungkin anda tahu sala selama ini berupa bulatan kuning dari bahan dasar tepung yang digoreng. Terkadang di dalamnya diisi secuil daging ikan (asin) sehingga terasa renyah-renyah sedap. Tapi di pasir Pariaman, sala juga berupa ikan atau aneka makanan laut (seafood) yang di baluri dengan tepung sala lalu digoreng.

Enaknya makan nasi sala ini disamping rasanya, kita juga dapat sekaligus menikmati pemandangan pantai pariaman yang cukup terkenal itu. Ya, makanan nasi sala umumnya hanya dijual disekitar pantai gandoriah Kota Pariaman, baik yang langsung dekat pantai maupun sepanjang jalan dekat jalur kereta api di depan pantai Gandoriah.

Nasinya dibungkus dengan daun pisang. Rasanya enak, apalagi dipagi hari ikan sala dibelah dan diberi bumbu tepung sala langsung dimasak hot from kuali. Makannya dengan samba lado khas pasir yang pedas-pedas enak. Sebagai camilan juga tersedia sala bulat dan sala-sala lainnya seperti sala bada, sala cumi (mansi), dan lain-lain. Juga tersedia sayur daun pucuk ubi rebus, terung goreng balado, dan lain-lain sebagainya. Sebagai tambahan, jika anda tidak suka ikan ataupun sala juga tersedia menu samba lainnya seperti gulai tahu/tempe/telur, telur dadar/goreng, ikan sepat (sapek) dan lain-lain juga.

Harga nasi sala ini cukup manenggang. Dijamin ga bakalan bikin kantong jebol. Berkisar antara Rp. 8.000 s/d Rp. 15.000. Kemudian tergantung apa dan berapa yang anda lahap.

Oya, nasi sala umumnya tersedia pagi hari sampai menjelang siang. Kalau malam hari sangat jarang (tapi ada), akan tetapi rasanya tidak sesegar di pagi hari. Bagi yang belum pernah mencobanya terutama yang dari luar kota Pariaman, datanglah dan cobalah, sambil menikmati keunikan kota Pariaman yang tersendiri. Salah satu sarana transportasi ke Pariaman yang patut dicoba adalah kereta api. Sesampai di stasiun kereta api Pasar Pariaman, kawasan pedagang nasi sala hanya seperjalanan kaki saja.

Tentang kereta api ke Pariaman dapat diklik di sini

Kamis, 08 Oktober 2015

Gulai Kambing Cubadak Mentawai - Pariaman

Saya tinggal di Kota Pariaman, di desa yang terletak paling ujung di Kota Pariaman berbatasan dengan Kabupaten Padang Pariaman. Nama desa nya Cubadak Mentawai. Di sini ada kompleks perumahan dan saya tinggal di salah satu rumah di kompleks tersebut. Jarak tempat tinggal saya dengan pusat kota sekitar 6 km.

Di desa ini terdapat rumah makan yang cukup terkenal di Kota Pariaman, terutama di kalangan PNS dan penggemar gulai kambing. Rumah makan ini dibuat dibuat dari bahan kayu dan sederhana saja. Keistimewaannya adalah karena mempunyai lokasi yang luas dan terletak di perkampungan dengan suasana alam yang segar. Di sebelah rumah makan ada sungai yang tepinya dipenuhi oleh batang-batang buluh (bambu). Oleh pemilik rumah makan, di tepi sungai ini dibuat semacam lesehan, sehingga orang dapat makan sampil menikmati angin sepoi-sepoi di pinggir sungai yang masih segar. Musiknya adalah desiran daun bambu yang tertiup angin.

Masakan yang terkenal di rumah makan ini adalah gulai kambingnya yang spesifik dan pedas. Gulai kambing dimasak dengan kuah agak kehitaman seperti rendang. Aroma kuahnya kuat dengan rempah dan bumbu. Biasanya hidangan juga disertai dengan goreng sambalado plus sayur seperti terung dan mentimun.

Walaupun rumah makan ini buka harian, tapi gulai kambing hanya tersedia pada hari Jum'at saja. Orang yang ingin makan disini bisa sholat Jum'at dulu di masjid raya Cubadak Mentawai yang terletak tidak jauh dari rumah makan. Selepas sholat Jum'at, ramai orang-orang mengantri makan dengan gulai kambing. Terkadang apabila kita datang terlambat, maka gulai kambing telah habis. Oh ya, soal harga makanan Rp. 17.000 satu porsinya. Apabila kita merasa porsi yang disediakan masih kurang, maka untuk tambah gulai kambing dikenakan Rp.15.000,- per porsi.


Selasa, 10 Maret 2015

Gulai Kambing Enak di Kota Padang

Saat ini saya lumayan sering bolak balik ke Padang sehubungan saya mengambil kuliah S2 di Universitas Andalas Padang. Bahkan pada awal-awal kuliah saya dan istri pindah tempat tinggal ke Kota Padang. Dengan demikian tentunya saya semakin banyak mengenal Kota Padang daripada sebelumnya, dan termasuk tempat tempat makan/minum yang dapat memberikan tingkat kepuasan maksimal.

Salah satu tempat yang memberikan kepuasan tersendiri untuk makan siang bagi saya adalah sebuah kedai gulai kambing. Sebenarnya ada beberapa kedai gulai kambing yang pernah saya coba dan rasanya pun enak di Kota Padang. Antara lain gulai kambing "One" di Jalan By Pass dekat Universitas Baiturrahmah, serta gulai kambing Restoran Malabar yang terletak disekitar Kp. Pondok. Namun kali ini saya lebih membahas kedai yang tak kalah enaknya dan  agak sering saya kunjungi. Kedai ini bermerek Gulai Kambing Yusuf Koto dan beralamat di jalan By Pass Air Pacah, tidak jauh dari kantor Walikota Padang yang baru. 

Disini kita dapat menikmati nasi dengan menu gulai kambing yang enak. Kita akan disajikan nasi dengan sepiring gulai kambing, sayur-sayuran plus sepiring kecil sambal lado (cabe) dengan harga dasar Rp. 25.000,-. Porsi gulai kambing disini cukup banyak dan memuaskan, sehingga dengan harga demikian dirasa masih berpatutan.

Saat ini sebagaimana diketahui ternyata makan daging kambing lebih sehat dan lebih berfaedah bagi tubuh dibandingkan dengan daging sapi atau yang sejenisnya. 

Jadi bagi kita yang selama ini menganggap makan daging kambing menyebabkan sakit kepala, badan panas, tensi naik, serta meningkatkan kolesterol ternyata itu hanya mitos belaka. Makan daging kambing ternyata menyehatkan dan mampu memperbaiki aliran darah dan kondisi jantung. Tentunya jangan berlebih-lebihan saja.

Pernah suatu waktu ketika makan di kedai tersebut saya melihat orang yang mau ke bandara minta dibungkuskan gulai kambing tersebut dalam porsi yang cukup banyak. Mungkin saking enaknya ia minta dibungkuskan segala.

Kalau tidak percaya, cobalah sendiri bila anda kebetulan lewat di jalan By Pass Padang. Atau anda sendiri mungkin sudah sering kesana?

Gulai kambing

Senin, 01 Desember 2014

KATUPEK GULAI TUNJANG

Sarapan adalah kegiatan di pagi hari yang umum dilakukan oleh orang-orang. Bermacam-macam menu yang dijadikan sarapan untuk mengganjal perut yang kosong dari semalam. Mulai dari roti, nasi goreng, sereal, mie, dan lontong /ketupat gulai dan lain sebagainya.  

Berbicara mengenai sarapan pagi, di Pariaman terdapat berbagai tempat yang menyediakan sarapan pagi enak dengan harga terjangkau.Salah satunya adalah katupek gulai tunjang. Menu ini adalah menu favorit bagi sebagian orang, namun terkadang dihindari sebagian orang karena mengandung kolestrol yang tinggi.

Katupek gulai tunjang adalah ketupat/lontong yang dimakan dengan gulai nangka yang disertai "tunjang" (tulang kaki sapi/kerbau).  Selain tunjang, juga tersedia pilihan "jangek" (kulit) sapi/kerbau. Gulai nangka  dengan tambahan tunjang dan jangek ini diolah dengan bumbu khas dengan rasa sedikit pedas.


Tempat sarapan katupek gulai tunjang yang terkenal di Pariaman adalah di Balai Baru Kecamatan VII Koto Sungai Sarik. Di pasar ini pada bagian belakang “los lambuang”-nya (food court tradisional) terdapat penjual katupek gulai tunjang menggugah selera. Setiap pagi, tempat ini ramai oleh orang yang ingin sarapan katupek gulai tunjang. Kalau saya tidak salah katupek masih tersedia hingga jam 11.00 siang.


Selain di Balai baru, tempat menjual katupek gulai tunjang yang lumayan enak juga terdapat di Balai (pasar) Kurai Taji, Kota Pariaman. Katupek yang dijual disinijuga berlabel balai baru,tapi menurut pendapat saya, masakan ketupat di Balai baru lebih enak daripada di sini. Untuk jam buka katupek gulai tunjang di Pasar Kurai Taji memang lebih awal. Jam 4 pagi katupek sudah tersedia disini. Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat sekitar ketika marapulai (mempelai) laki-laki pulang pertama kali kerumah istrinya (setelah pesta pernikahan), maka si mempelai laki-laki pulang pada malam hari diiringi oleh teman-teman dan/atau saudara laki-laki (disebut capiang), malam itu menjelang subuh mempelai laki-laki ini keluar bersama capiang makan katupek gulai tunjang di pasar Kurai Taji.


Kemudian, juga terdapat penjual katupek gulai tunjang di daerah Batang Tajongkek masih dalam wilayah nagari Kurai Taji. Tempat ini juga cukup ramai dikunjungi pembeli, akan tetapi ditempat ini penjualan katupek  gulai tunjang buka pada malam hari. 


Tentang harga katupek ini, memang cukup mahal di banding katupek/lontong lainnya. 1 porsi katupek gulai tunjang di bandrol seharga Rp. 16.000,- sementara 1 porsi katupek gulai jangek di bandrol dengan harga Rp. 13.000,-. Bagi anda yang tidak suka dengan tunjang atau jangek, bisa memesan katupek gulai saja. tempat tersebut juga menyediakan menu lain seperti lontong pecal, kacang ijo (kacang padi), teh telur, sampai sekedar teh/kopi manis.


Nah, bagi yang  belum pernah mencoba dan tertarik, silakan mengunjungi tempat-tempat tersebut bersama sanak keluarga ataupun teman-teman, namun sendiri juga boleh kok..(hehe). 

Katupek gulai jangek..

Senin, 10 November 2014

Tabuik Piaman dan Sholat

Tadi siang (Minggu, 9 November 2014) orang Pariaman baralek gadang dengan diadakannya acara "Hoyak Tabuik". Acara ini merupakan akhir dari prosesi perayaan tabuik yang sudah berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya. Prosesi tabuik ini diadakan setiap tahun pada awal Muharram dalam rangka memperingati kematian Hasan dan Hosen, 2 orang cucu Nabi Muhammad SAW yang gugur di Medan tempur Karbala, (wilayah Irak Sekarang). Pertempuran yang tidak seimbang, ribuan orang mengeroyok hanya sekitar 128 orang.

Kembali ke acara hoyak tabuik ini, tadi siang saya menyempatkan diri melihatnya secara langsung. Di sana, ribuan orang hadir menyaksikan. Mereka kebanyakan datang dari Kota Pariaman dan Kab. Padang Pariaman, serta dari berbagai daerah di Sumbar, dan sebagian kecil para perantau dan wisatawan dari luar Sumbar.

Sudah menjadi kebiasaan, tabuik ini (tabuik pasa dan tabuik subarang) dibuang ke laut pada sore hari dan umumnya itu dilakukan menjelang matahari terbenam ( beberapa menit sebelum azan Magrib). Begitu juga tadi sore, tabuik dibuang ke laut sekitar jam 06 sore. Setelah tabuik di buang, masih ramai orang yang bertahan di pantai. Selain masih ingin menikmati pantai (mungkin juga sunset) mungkin juga karena menunggu jalanan agak longgar sedikit. Pada waktu ini jalanan memang masih penuh dan berdesak-desakan.

Allahu Akbar, Allahu akbar........................
Beberapa saat kemudian azan magrib berkumandang di Pantai Pariaman. Orang masih sangat ramai di pantai. Kebanyakan sudah bersiap-siap ingin pulang, namun jalanan masih saja padat. Saya berjalan menuju Masjid Nurul Bahari yang tidak jauh dari pantai. Setelah berdesak-desakan, akhirnya sampai juga saya di Mesjid. Luar Biasa!! Masjid penuh pengunjung baik laki-laki maupun wanita. Akan tetapi bila dilihat diluaran sepertinya orang lebih banyak lagi. Mungkin ribuan. Entah mereka sholat dimana, dan entah mereka sholat atau tidak. Padahal, Tabuik adalah event pariwisata budaya yang islami, yang memperingati gugurnya syuhada perang di Karbala, cucu dari Nabi Muhammad SAW pula.