Baru-baru ini saya menghabiskan waktu menonton ceramah (tepatnya sesi tanya jawab) Dr. Zakir Naik yang di unggah di youtube. Saya cukup menyenangi cara beliau menyampaikan ceramah yang disertai dengan argumentasi yang kuat dan mengagumkan. Beliau menyampaikan ceramah dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan dengan jernih dan sebaik-baiknya. Terkadang beliau juga sabar dan tenang menghadapi pendebat yang seolah hanya ingin menyampaikan dari sudut pandangnya saja secara egois dan tidak menunggu Dr. Zakir Naik menyelesaikan pembicaraan.
Dalam ceramahnya Dr. Zakir Naik menyatakan bahwa kalau ingin mempelajari suatu agama, maka pelajarilah kitab sucinya, bukan umatnya. Kalau ingin belajar Islam, pelajarilah Al Qur'an dan Hadiest yang shahih (otentik). Kalau ingin belajar Kristen pelajarilah Bibel (Injil), dan kalau ingin belajar Hindu maka pelajarilah Weda.
Dr. Zakir Naik menyatakan bahwa dalam kitab-kitab tertinggi agama tersebut, ternyata mempunyai benang merah yang sama dengan Al Qur'an dalam bidang monoteisme. Kitab-kitab tersebut menyatakan bahwa hanya ada satu tuhan di seluruh jagad raya ini yang berhak untuk disembah, dan tuhan itu tidak bergambar (no imagine). Kemudian tafsiran dan tambahan dalam agama-agama lain itu (selain Islam) menyebabkan tuhan itu tidak lagi tuhan yang esa. Contoh dalam agama kristen ada konsep trinitas, yang menuhankan Nabi Isa As. Dalam agama Hindu terdapat penyembahan berhala-berhala yang dikatakan jalan menuju kesadaran terhadap tuhan yang maha esa.
Dr. Zakir Naik banyak mendapat pertanyaan dari orang-orang yang datang ke acaranya mulai dari Atheis, Hindu, Budha, Sikh, Kristen, dan Islam sendiri. Semua dijawabnya dengan gamblang karena ia sendiri adalah seorang pakar dalam ilmu perbandingan agama. Mungkin ia tidak ahli dalam semua bidang ilmu agama, tetapi ia menurut pendapat saya, ia adalah pakar nomor satu di dunia dalam ilmu perbandingan agama. Ia hafal di luar kepala hampir semua kitab-kitab suci agama besar di dunia, mulai dari Al Qur'an, Bibel (Injil), Weda, dan lain-lain.
Menonton ceramah (tanya jawab Dr. Zakir Naik) memang menarik.